Tulisan singkat ini bukanlah suatu protes negara. Tapi suatu renungan bersama yang mungkin bisa meluruskan, atau terserah pembaca bagi yang merasa tulisan ini adalah sebuah protes, kritik atau saran. Tulisan ini tidak direkayasa tapi ini benar-benar yang dialami penulis.Tulisan ini terkait pelanggaran lalu lintas di kota besar Jakarta!
(Selasa 05 Juli 2011) penulis melakukan pelanggaran lalu lintas.
Polisi : memberhentikan kendaraan "Selamat siang pak, bisa ditunjukkan surat-suratnya?"
Penulis : "Salah saya apa pak?" sambil mengeluarkan surat yang diminta pak polisi dari dompetnya
Polisi : "SIM?"
Penulis : "Belum punya pak!"
Polisi : "Lampu merah bapak tidak boleh ambil kiri"
Penulis : "Lho, biasanya lampu merah belok kiri jalan terus pak?" mengeyel sambil melepas helm dan cadar
Polisi : "Sekarang tidak boleh pak, lampu merah harus berhenti" katanya dengan santun
Penulis : "Ya maaf pak saya tidak tahu"
Polisi : "Trus gimana? Tilang ya!"
Penulis : "Kapan pak?"
Polisi : "Hari Jum'at tanggal 22 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Jl. Gajah Mada"
Penulis : "Waduh, hari jum'at saya tidak ada waktu pak, saya bekerja. Saya titip bapak aja deh"
Polisi : sambil menunjukkan price list "Mahal lho, nih SIM aja 1.000.000"
Penulis : Sambil menyengir dan mensenyumi pak polisi "Saya sudah pernah sidang lho pak, di Jakarta Utara, dulu 2 pasal, melanggar lampu dan SIM cuma 40.000. Saya titip bapak 10.000 aja ya"
Polisi : "Ngga' bisa mas"
Penulis : "20.000 deh pak kalo ngga' ya udah tilang aja"
(polisi itu langsung berjalan menjauh, menuliskan sesuatu diatas kertas yang beralaskan jok sepeda motor, entah motor siapa. kemudian kembali menghampiri penulis dan bercakap-cakap)
Polisi : "Nih mas tanda tangan aja besok ikut sidang" sambil menyodorkan kertas yang ditulisi tadi yang ternyata surat tilang
Penulis : "Ngga' mau pak! yang bapak tulis bukan nama saya, masa saya suruh tanda tangan?"
Polisi : "Trus maunya apa?"
Penulis : "Biasanya kalau ga punya SIM ditanyain KTP, yang ditulis di surat tilang nama dan alamat di KTP. Ganti dulu baru saya mau tanda tangan"
Polisi : "Ya udah kamu ambil aja di Polda Metro Jaya di Sudirman nanti langsung aja dengan staff tilang yang disana"
Dan akhirnya penulis dipersilahkan melanjutkan perjalanannya...
(Jum'at 22 Juli 2011) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
Pukul 08.00
Menyerahkan surat tilang di loket dan menunggu di ruang sidang. Sambil bertanya-tanya kepada petugas karena nomor antrian yang dibawa penulis belum dipanggil. "Pak nomor 245 kok belum dipanggil ya?". "Sabar mas tunggu aja, berkasnya mungkin masih dicari" jawab sang petugas di ruang sidang.
Menunggu dan menunggu. "Pak nomor 245 dari tadi kok belum di panggil?" kembali bertanya. "Waduh, coba tanya di loket tempat penyerahan surat tilang. Soalnya ini sudah nomor 400-an" jawabnya.
Sesampai di tempat penyerahan surat tilang (di sebelah ruang sidang). Menunggu dan menunggu. "Pak tolong cariin nomor 245 dong, dari tadi diruang sidang belum dipanggil". "Mungkin waktu nomor ini di panggil mas tidak ada, coba tanya di ruang jaksa"
Sesampainya di ruang jaksa (masih satu lantai). Menunggu dan menunggu. "Pak nomor 245 ada ga?". "Udah ikut sidang belum?" jawab Si A. "Diruang sidang ga dipanggil pak!"jawabku. "Mas, kalau di ruang sidang belum dipanggil berkasnya ga mungkin dibawa kesini. Kalau memang belum dipanggil coba tanya dulu ke loket sebelah" jawabnya Si A, loket yang dimaksud adalah loket tempat penyerahan surat tilang. "Pak! saya dari ruang sidang suruh ke loket, dari loket suruh ruang jaksa, diruang jaksa saya suruh ke loket lagi?" sambil memasang sedikit amarah. "Ya udah coba tunggu sini aja nanti saya bacakan ulang siapa tau ada" jawab Si A.
Lagi-lagi menunggu dan menunggu...
Kenapa seorang petugas diruang jaksa itu saya tuliskan di sini "Si A"?
Ya, karena saya belum kenalan dan tidak tahu namanya :D
Tapi Si A ini ada sampai akhir cerita :P
Pukul 11.00
Di istirahatkan karena ada sholat jum'at
Setelah baca-baca blognya Mas Dany, kepikiran juga untuk cek website sendiri. Entah mengapa website saya yang satu itu http://and-inside.com diturunin pageranknya oleh eyang google.

Satu sebab terbesar mungkin karena jarang update. Yah,,, maklum adminnya yang sok sibuk mencari pacar rupiah apalagi websitenya berbahasa asing yang sebenarnya adminnya juga kurang pasih dalam berbahasa inggris. Yang sebenarnya juga si sang admin berniat mencari pacar dollar yang bertemakan Google Adsense. sssst jangan bilang siapa-siapa nanti saia bagi buat beli es :D Sekedar iseng boleh kan ? :P :P :P
Ngomong-ngomong soal bahasa inggris "litel-litel ai ken, litel-litel ai no" (jadi ga karuan).
Sedih? Engga'
"litel-litel" pasti ada lah... (_ _*!)
Kecewa? Engga' juga
Turunnya juga ga banyak dari pagerank 3 jadi pagerank 2.
PageRank kalo menurut saya pribadi ga terlalu penting juga ya. Yang penting kan sharing. Belajar untuk diri sendiri dan orang lain. Catatan untuk diri sendiri dan orang lain. Cieeee.... sok bijak...!
Apa itu Intel® Summer Training?

pacar rupiah. Sudah malam waktunya tidur, lain kali kalau ada waktu bisa dibahas lebih dalam. Maaf bukan promosi / ber-iklan, saya cuma share pengalaman sajah.

Saia juga tidak tahu pasti, intinya memperkenalkan processor intel generasi kedua (Corei3, Corei5, dan Corei7)

Apa yang saya dapat dari training itu?
- Makan gratis McDonald di Mall Mangga Dua
- Voucher nonton di Bioskop 21 Gajah Mada
- Air minum dan kertas-kertas
Wahahahaaa..... Secara garis besar dari Keluarga Prosesor Intel® Core™ Generasi ke-2 selain dari tampilan logonya yang baru adalah :
- Intel® Turbo Boost Technology
- Intel® Hyper-Threading Technology (Intel® HT Technology)
- Intel® Advanced Encryption Standard-New Instructions (Intel® AES-NI)
- Intel® Anti-Theft Technology (Intel® AT)
- Host-Based Configuration
- Intel® Virtualization Technology (Intel® VT)
- Built-in visuals
- Intel® HD Graphics
- Intel® Quick Sync Video
- Intel® InTru™ 3D
Nite...!

Waktunya pas banget antara malam minggu dan Final "UEFA Champions League" (Barcelona vs Man. United). Satu temen gw suka taruhan bola sampai gila-gilaan taruhannya 1jt. Eits... gw ga ikut-ikutan kata emak Ehem, mengenai foto-foto narsis yang mucul di bawah ini,,, secara tidak sengaja sarung kasur + bantal + guling ane terlukis EL BARCA, dan teman saia 'aksesoris molornya' terlukis MU Sambil menunggu pertandingan dimulai.... (+) adalah saia dan (-) adalah teman saia.
+ : Barca...! (teriak sambil melemparkan bantal)
- : Woy...!
+ : Barca...! (teriak sambil melemparkan guling)
- : Woy...!
+ : (melepas sarung kasur dan berteriak...) Pizzaaaaaaa......!
- : (berlari ke kamarnya dan mengambil guling dan sarung kasur)
- : Mumpung belum mulai coy foto-foto dulu tar tag ke facebook pesbuk gw!
+ : Okelah kalo begitu
[Update May 29, 2011]
Hip hip hurray
makan
...!
Setelah berbulan-bulan menimba air ilmu di Rawamangun, akhirnya sampai juga final exam semester 4. Lanjuuuuut gan foto-foto nya..!

Kaya security jaringan aja, tampangnya serem-serem...!

Berbagai macam pose gaya-pun dilakukan...!

Ups.... maaf yang ini lupa sensor :P
Kejadian ini kemarin waktu makan siang makan bakso granat di samping Indosiar. Namanya serem ya (bakso granat, sebenernya sih bakso urat)? Saking seremnya sampe gigi gw patah.
Gigi gw patah bukan masalah baksonya tapi emang gigi gw udah 'lapuk' kali ya...
Akhirnya gw ambil lagi buat souvenir di rumah. Hahaha....












